Tampilkan postingan dengan label Reminder. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reminder. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Menjauhi Ketenaran

Al-Imam Al-Fudhail bin `Iyadh (Tabi`ut Tabi`in) rahimahullah mengatakan, "Wahai hamba Allah, sembunyikanlah selalu kedudukan muliamu. Jagalah selalu lisanmu. Minta ampunlah terhadap dosa-dosamu, juga dosa yang diperbuat kaum mukminin dan mukminat sebagaimana yang diperintahkan padamu."

Al-Imam Abu Ayub As-Sikhtiyani rahimahullah mengatakan, "Seorang hamba sama sekali tidaklah jujur jika keinginannya hanya ingin mencari ketenaran." [Ta`thirul Anfas, halaman 276]

Al-Imam Ibnul Mubarok rahimahullah mengatakan bahwa Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah menulis surat padanya, "Hati-hatilah dengan ketenaran." [Ta`thirul Anfas, halaman 277]

Daud Ath-Tho`i rahimahullah mengatakan, "Menjauhlah engkau dari manusia sebagaimana engkau menjauh dari singa." [Ta`thirul Anfas, halaman 278] Maksudnya, tidak perlu kita mencari-cari ketenaran ketika beramal sholih.

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, "Beruntung sekali orang yang Allah buat ia tidak tenar." Beliau juga pernah mengatakan, "Aku lebih senang jika aku berada pada tempat yang tidak ada siapa-siapa." [Ta`thirul Anfas, halaman 278]

Dzun Nuun rahimahullah mengatakan, "Tidaklah Allah memberikan keikhlasan pada seorang hamba kecuali ia akan suka berada di jubb (penjara di bawah tanah) sehingga tidak dikenal siapa-siapa." [Ta`thirul Anfas, halaman 278]

Al-Imam Al-Fudhail bin `Iyadh rahimahullah mengatakan, "Rohimahullohu `abdan akhmala dzikrohu (Moga-moga Allah merahmati seorang hamba yang tidak ingin dirinya dikenal/ tenar)." [Ta`thirul Anfas, halaman 280]

Ibrohim bin Ad-ham rahimahullah mengatakan, "Tidaklah bertakwa pada Allah orang yang ingin kebaikannya disebut-sebut orang." [Ta`thirul Anfas, halaman 286]

---

Sumber: Nasehat seorang sahabat melalui inbox FB. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.

Rabu, 07 Maret 2012

Akhir Perjalanan Sang Perantau

Orang asing bukanlah orang yang merantau ke negeri Syam atau Yaman

Tapi orang asing adalah, orang yang merantau ke kuburnya bersama kain kafan
Sungguh si perantau punya hak yang harus dipenuhi
Oleh tuan rumah yang daerahnya sedang dilalui

Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan
Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan banyak cobaan

Perantauanku jauh.., padahal bekalku tidak mencukupi
Kekuatanku semakin rapuh.., sedang mati terus meminta diri

Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya
Dosa saat sendiri, maupun saat bersama, tapi Allah pasti mengetahuinya
Betapa sayangnya Allah padaku, karna telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku, meski aku terus melakukannya

Hari-hariku terus berjalan
Tanpa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan
Akulah orang yang biasa menutup pintu
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku

Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus menyayat-nyayat
Biarkanlah kuratapi dan kuajak diriku
Untuk muhasabah dan prihatin dalam sisa masa hidupku

Wahai orang yang selalu menghinaku, tinggalkanlah hinaanmu!
Karena jika kau tahu keadaanku, tentu kau takkan melakukan itu
Biarkanlah kuusap linangan air mata, yang tak mau berhenti ini
Maka, adakah tetesan air mata ini dapat menyelamatkan diri?

---

Penggalan syair milik Zainal Abidin rahimahullah, untuk lebih lengkapnya silahkan klik link berikut >> http://addariny.wordpress.com/2009/11/08/akhir-perjalanan-sang-perantau/

Rabu, 25 Januari 2012

Nobody is PERFECT

Dari Raja` bin Haiwah, diriwayatkan bahwa ia berkata:

"Barangsiapa hanya bersahabat dengan orang yang (menurutnya) tidak tercela, akan sedikit sahabat yang dimilikinya. Barangsiapa yang hanya mengharapkan keikhlasan dari sahabatnya, ia akan banyak mendongkol. Dan barangsiapa yang mencela sahabatnya atas setiap dosa yang dilakukannya (dilakukan oleh sahabatnya), (maka ia) akan banyak memiliki musuh."

[Siyar A'lam An-Nubala (4/577-558). Lihat di buku 'Sudah Salafikah Akhlak Anda?', Pustaka At-Tibyan, Solo; dan juga di buku Belajar Etika Dari Generasi Salaf, Darul Haq, Jakarta, yang diterjemahkan dari judul aslinya Aina Nahnu Min Akhlaq as-Salaf]

---

Seorang penyair berkata:

"Engkau menghendaki seorang teman yang tidak ada aibnya

Maka, apakah ada kayu gaharu yang mengeluarkan bau wangi tanpa asap??"

[Silsilah Al-Huda wan Nuur no. 32]

Sumber: (copas) Isi komentar Abu Muhammad Herman -hafizhahullah-

Senin, 16 Januari 2012

Hargai Meski Tak Benderang

Seorang kawan nan jauh di mata berbagi nasehat untuk langkah yang sempat terhenti,,

Berusaha Mencari Cahaya adalah Lebih Baik daripada Menyumpah dan Memaki Kegelapan..

(19-10-2011)

Sabtu, 14 Januari 2012

Jejak Dosa..

Diriwayatkan dari al-Auza'i, dari Bilal bin Sa'ad, beliau berkata:

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni dosa, akan tetapi Dia TIDAK AKAN MENGHAPUSNYA dari lembaran-lembaran catatan amal perbuatan HINGGA MEMPERLIHATKAN KEPADA PELAKUNYA di hari Kiamat, walaupun ia (telah) bertaubat."

Diriwayatkan dari Ja'far, beliau bertanya kepada Sa'id:

"Siapakah orang YANG PALING BAIK IBADAHNYA?"

Beliau menjawab:

"Dia adalah orang YANG LUKA KARENA PERBUATAN DOSANYA, SETIAP KALI DIA MENGINGAT DOSANYA, MAKA DIA MENGANGGAP HINA AMALNYA."

Abu Sinan berkata: "Iblis berkata, 'Jika aku dapat menguasai manusia dengan tiga hal, maka aku akan memperoleh kebutuhanku:

1. Jika dia MELUPAKAN DOSANYA.
2. Jika dia MENGANGGAP AMALNYA SUDAH BANYAK.
3. Jika dia MERASA BANGGA DENGAN PENDAPATNYA'."

(Jawaahiru Shifatish Shafwah, edisi Indonesia: Teladan Hidup Orang-Orang Pilihan, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor)

Sumber: (copas) Isi komentar dari status Abu Muhammad Herman -hafizhahullah-

Astaghfirullaah, Astaghfirullaah, Astaghfirullaah..